DAN ADALAH

29 10 2008

Kau terdiam di sudut itu, pada malam dengan bulan dikejauhan, dan bintang yang bertebaran. Sendiri, mengurung diri, dalam sunyi. Sinar mulai padam seiring cahaya yang berlalu meninggalkanmu. Hitam lamat-lamat mendekapmu, dan gulita kini menguasai mu. Kau terpejam…. Seperti biasa, kau rebah pada sebuah hamparan dimana kau biasa melepas kemuraman, kau bebaskan semua kepenatan. Tak sengaja kau jejakkan langkah-langkah menuju khayalan, tempat dimana kau akan rasakan kenikmatan, tempat dimana kau dapat mencicipi keindahan, tempat dimana kau akan puas menjilati bayangan. Kebahagiaan mulai kau petakan, kemuliaan mulai kau datangkan. Kau mulai tersenyum, makin tersenyum dan berakhir pada sebuah tawa, saat seluruh bayang-bayang itu berhasil membawamu pada apa yang menjadi kehendakmu, pada apa yang menjadi mimpimu. Kau terbuai oleh apa yang kau saksikan.

Baca entri selengkapnya »





Pas…

21 10 2008

Itulah kata pertama yang muncul, saat tanyaku tentang Dia berhamburan keluar dan berlari padanya.

Adalah seorang Fauz Noor yang membalikkan kembali tanyaku untukNya padaku…

PAS

Mataku merah

Diamku marah

Citaku bumi

Ciptaku hari

Tangisku hujan

Laguku bulan

Tanyaku Dia

Jawabnya aku

Ahh…, sekumpulan kata itu memaksaku untuk terus membuka seluruh pintu dan jendela jiwa dari hati yang kumiliki. Sebuah langkah panjang yang harus kususuri dengan perenungan yang dalam. Bukan hanya sekedar diam dan mempercayai, namun harus dibelah dengan kesadaran yang telah sadar.

Tanyaku Dia…

Jawabnya aku…





APAKAH DIA…??

21 10 2008

Saat rentetan waktu adalah diam…

diamnya diri dalam ruang kesendirian,

dalam hamparan ketidakpastian,

pada sebuah kesunyian.

Baca entri selengkapnya »





BERITAHU

9 10 2008

Aku memang tak pernah mengatakan semua ini padamu, aku memang tak pernah membisikkannya padamu bahwa hanya dirimu yang mampu mengisi sudut-sudut hatiku, hanya dirimu yang mampu mengusir semua kemuraman dan menggantikannya dengan segala keindahan. Aku memang selalu menyembunyikan rasa ini, tak pernah kuperlihatkan kebenarannya padamu, kubungkam seruluh jeritan hati yang berusaha meneriakkan betapa hanya dirimu yang kuinginkan tuk bersamaku. Baca entri selengkapnya »





TAK LAGI KUTEMUI

7 10 2008

Penyesalan itu akhirnya kurasakan, ketika apa yang ingin kudapatkan selalu saja kusia-siakan. Celah pun akhirnya lelah terus merebah menunggu terjadinya sebuah tindakan, maka hilanglah sebuah kesempatan yang dapat membawa ku menuju taman-taman yang berhiaskan keindahan. Dan di ujung penyesalan yang kini tak lagi dapat tertahankan, bersama sebuah nyanyian hati yang melantunkan kidung sunyi, terdengarlah teriakan jiwa yang sedang memaki pada langkah-langkah yang telah menjadikan keraguan berkuasa atas sebuah keputusan. Baca entri selengkapnya »