Kesendirian adalah pohon jiwa, dengan sunyi yang setia hinggap dalam ranting-ranting hati, menggenapi suara rintihan hati menyaru bagai angin yang melintas pada daun-daun jati. Dan sepi, adalah akar yang mencengkram kuat di lembah keheningan
Ada sesosok jiwa yang rebah pada sebuah sudut, dicumbuinya gelombang-gelombang yang kini menimangnya, berenang-renang ia dalam kesenangan, gemilang meski tanpa keramaian.
“Mengapakah, hai jiwa, kau tampak bahagia dalam kesunyian itu, sementara sepi selalu berdiri di tepi-tepi harimu ?”. Maka datanglah senandung-senandung keindahan, memberikan lagu kesejatian. Mereka yang menemani, mereka yang menghapuskan sunyi (kataku).



netralll…
*tuh ada tulisannya diatas*
mungkin karena sepi hanya berdiri di tepitepi hari..dan segala senandung berada diantaranya… maka dia_lah yang meruang di hati..
http://ilalangbasah.wordpress.com