Aku…Akh Apa Peduliku…

AKU…AKH APA PEDULIKU

Lalu dua jiwa yang telah menyatu itu memberikan sebuah nama pada jiwa ini. Dipanggilnya diriku Sonna Rohaiman, namun sebagian dari mereka memanggilku Oson, separuhnya lagi memanggil Khonar. Ahh…, apa peduliku ?, itu hanya sebuah nama, hanya sebuah kata dari kumpulan huruf yang berakhir menjadi kategori, dan itu berarti menjadi tak berarti.

Kenapa menjadi tak berarti ?, itu yang memang terjadi ketika kategori hanya mampu mengenal sesuatu lewat bahasa, lewat klarifikasi kata yang hanya mampu menebak dan mengutamakan prediksi tanpa mau menyelami pada realita sebenarnya.

Itu yang terjadi pada ku, ketika kata menjadi bahasa yang menghempaskan rasa dari kesejatiannya. “Tolong…, kenalilah dengan inderamu, bukan hanya dengan bahasa dan kata yang hanya mampu mengeja”, pintaku pada mereka.