Satu kata, dua kata, satu kalimat, dua kalimat, satu paragraph, dua paragraf. Jarimu berhenti di ujung kata, di akhir tanda, titik. Kau amati, kau cermati, kau resapi seluruh barisan kata itu, “ahh…, bukan harus seperti ini “, gumammu. Lalu kau bawa jarimu pada kata dalam sebilah kotak, menekannya terus tanpa ragu, yang menjadikan dia kembali seperti semula, tanpa coretan, bersih, putih, dan hanya menyisakan satu garis hitam tegak lurus yang terus mengedip, perlahan-lahan, berulang-ulang.

Komentar Terakhir