KELAM

26 11 2008

“Mengapa siang terasa cepat berganti menjadi malam, dan benderang berubah menjadi kegelapan, sementara harapan-harapan ku masih mencari dan mengharapkan terang, akankah aku selalu berjalan meraba-raba pada malam tanpa bulan?’, tanyamu pada kata, saat gulita merekah dihadapan mu membawa senyuman derita. Tapi kata tak pernah menjawab, dan tanyamu tak dapat menghentikan itu, hari terus saja berjalan menuju malam, dan langit pun kau dapati telah menghamparkan renda-renda kegelapan.

Baca entri selengkapnya »





YANG TERSISA

20 11 2008

Semua telah berlalu, riuh gemuruh berganti sepi, menyisakan aku disini, yang duduk termenung dalam kedukaan, diam dalam kesunyian, sendirian. Baca entri selengkapnya »