Aku memang tak pernah mengatakan semua ini padamu, aku memang tak pernah membisikkannya padamu bahwa hanya dirimu yang mampu mengisi sudut-sudut hatiku, hanya dirimu yang mampu mengusir semua kemuraman dan menggantikannya dengan segala keindahan. Aku memang selalu menyembunyikan rasa ini, tak pernah kuperlihatkan kebenarannya padamu, kubungkam seruluh jeritan hati yang berusaha meneriakkan betapa hanya dirimu yang kuinginkan tuk bersamaku.
Aku memang selalu menunggu dan terlalu menunggu, mencari-cari waktu yang berarti tuk mengatakan semua ini, mencari celah yang tepat kapan harus ku mulai memaparkan seluruh isi hati ini padamu. Mungkin nanti ketika malam telah manaburkan keindahan dan kita larut dalam keheningan, atau ketika pagi saat senyuman mu mulai membuka hari dan menyapa diri.
Tapi kini engkau telah pergi, dan waktu yang kutunggu telah menjadi arti yang tak berarti…, lalu basi. Bayang keindahan yang kuimpikan kini hancur dan pecah menjadi sebuah ratapan, semua waktu yang kutunggu tak akan pernah lagi menghampiri. Maka kutulis semua ini, sambil berharap ada seorang malaikat yang membacakannya untukmu. Aku hanya ingin kau tahu bahwa cinta ini hanya untukmu, aku hanya ingin kau rasakan bahwa betapa kesedihan dan penyesalan ini kini memenuhi sudut-sudut hatiku, karena tak pernah mengatakan semua rasa ini langsung pada dirimu.

Perpisahan yang tak biasa … perpisahan yang selalu saja menyisakan luka
broken hearted yah??
aduh…
tampak sakit..
lam kenal,visit my blog yah…
cinta! dinama kau hendak sembunyi?
di balik kasih kah?
atau di belakang sayang?
aku kau tak sedikitpun hendak berkunjung?
atau aku yang keterlaluan, cinta?