Penyesalan itu akhirnya kurasakan, ketika apa yang ingin kudapatkan selalu saja kusia-siakan. Celah pun akhirnya lelah terus merebah menunggu terjadinya sebuah tindakan, maka hilanglah sebuah kesempatan yang dapat membawa ku menuju taman-taman yang berhiaskan keindahan. Dan di ujung penyesalan yang kini tak lagi dapat tertahankan, bersama sebuah nyanyian hati yang melantunkan kidung sunyi, terdengarlah teriakan jiwa yang sedang memaki pada langkah-langkah yang telah menjadikan keraguan berkuasa atas sebuah keputusan. Dan kini tak ada lagi yang dapat kurasakan selain harus selalu berakhir pada sia-sia nya sebuah lamunan. Keyakinan tuk mendapatkan sebuah keindahan yang dulu menggebu perlahan menjadi debu, terhempas dan tercecer di lembah ketakutan yang menjulang berlebihan. Aku yang kini merasakan bahwa sepi telah semakin menepi di tepi-tepi hati, hanya menjadikan hari menjadi semakin tak berarti.
Oh…, mengapa tak kukatakan saja kata itu, mengapa tak kumuntahkan saja rasa itu saat itu ?, kini semua keindahan yang selalu menyapa diri tak lagi dapat kutemui, senyuman itu…, sapaan itu…, tatapan itu…, ah, mengapa dengan bodohnya kubiarkan semua itu menghilang ?.

wiih puitiss, memang biasanya penyesalan selalu datang terlambat, namun kita harus menyadari konsekuensi dari satu keputusan yang akan kita ambil