DAN KU TULISKAN KATA ITU UNTUK ILALANG BASAH

4 10 2008

Awal mula yang biasa, tanpa sebuah makna. Hanya menyusuri lembar demi lembar, halaman demi halaman dari beribu kumpulan kata yang akan melahirkan sejuta rasa. Namun semua masih sama dan tampak serupa, tak ada kata yang mampu menggugah jiwa.

Sampai suatu saat, tibalah aku pada sebuah hamparan dimana langkah mata ini terhenti, ada sebuah ilalang yang tegak berdiri, sepi meski tak sendiri. Hanya kuamati tanpa membuka diri, lalu hati pun berkata lain…”tinggalkanlah sebuah jejak meski itu hanya langkah-langkah kecil yang mungkin tak berarti “, dan aku pun menarik diri meninggalkan jejak diri di atas helainya.

Dan lihatlah ketika jejak yang kutinggalkan membawa ku kembali pada sebuah ilalang yang sama namun telah berbeda, hanya keindahan yang kini berdiri disana, bersama untaian kata-kata yang siap bertakhta bersama sebuah makna.

Ilalang, helaimu telah menjadi keindahan, kini tumbuhlah bersama keindahan itu. Seperti fajar yang menyapa pagi dan embun yang kan membangunkan hari, dan alam pun kan menjadi semarak oleh indahnya kata-kata yang kau sulamkan pada beribu bahasa-bahasa mu”.

“Oh jiwa…, pahamilah dia, dan kau akan mengerti akan rahasia kata yang kaya di dalamnya, kau akan melihat betapa di kedalamanya bermain-main beribu mutiara gemerlapan, yang kan membawamu menikmati indahnya malam, yang kan mengajakmu duduk diatas mega-mega dibawah temaram bintang-bintang”.

“Hmmm…, aku suka itu”, (kataku).


Tindakan

Information

Satu tanggapan

8 10 2008
~fit

kutelusuri jejak ‘tuk temukan kata terindah pada sahabat…
namun takjua kutemui kataku sendiri. Ia bahkan terpenjara dalam tanya, “begitukah?”

kuteruskan langkah… menujumu

(oya, makasih dan maaf lahir & batin ya…)

Tinggalkan komentar