DOSA YANG KUNIKMATI

13 08 2008

Keindahan cinta yang kau tawarkan merubah semua kebahagiaan menjadi kemuraman yang mulai mengutuk jernihnya hati, saat malam yang sepi berubah menjadi sebuah konfrontasi antara hasrat yang suci dan hati yang mati. Satu rahasia yang semestinya dihargai akhirnya menyerah pada sebuah fantasi, ketika jernihnya sebuah tirai misteri hancur terkoyak oleh hembusan nafsu yang semestinya tak pernah terjadi. Satu keinginan untuk mencicipi berubah menjadi tragedi yang telah menghapus aneka warna ilahi menjadi kegelapan abadi. Oh…, mengapa semua ini mesti terjadi ?, jernihnya pikiran tak mampu lagi kita kuasai, ketika kita saling mendekatkan tubuh dan mulai menampakkan nafsu yang tersembunyi, mengapa hanya hasrat yang menggebu yang kita percayai ?.

DOSA YANG KUNIKMATI

Sentuhan rasa yang ku alami hanya semakin dalam menyeretku ke lembah dosa tanpa tepi, semua kenikmatan dan nafsu yang kusembah hanya melahirkan kembali tunas-tunas derita baru yang tak pernah kusadari. Kenapa selalu aku lakukan kembali, berlayar dalam kenikmatan namun harus berakhir dalam lautan yang semakin kelam ?, dosa ini mampu kubeli namun cahaya yang kucari semakin menjauh pergi, keindahan ini mampu kunikmati namun semakin membenamkan diriku kedalam keruhnya kehidupan. Ah…entahlah, semuanya telah berubah dalam aturan yang tak pernah pasti.
Keindahan cinta yang kau tawarkan merubah semua kebahagiaan menjadi kemuraman yang mulai mengutuk jernihnya hati, saat malam yang sepi berubah menjadi sebuah konfrontasi antara hasrat yang suci dan hati yang mati. Satu rahasia yang semestinya dihargai akhirnya menyerah pada sebuah fantasi, ketika jernihnya sebuah tirai misteri hancur terkoyak oleh hembusan nafsu yang semestinya tak pernah terjadi. Satu keinginan untuk mencicipi berubah menjadi tragedi yang telah menghapus aneka warna ilahi menjadi kegelapan abadi. Oh…, mengapa semua ini mesti terjadi ?, jernihnya pikiran tak mampu lagi kita kuasai, ketika kita saling mendekatkan tubuh dan mulai menampakkan nafsu yang tersembunyi, mengapa hanya hasrat yang menggebu yang kita percayai ?.
Sangatlah indah saat itu, lampu yang redup bagaikan purnama yang selalu menyulamkan keindahan pada malam, ketika pancaran sinarnya menyusup ke dalam gelap, memberikan sentuhan cahaya yang mampu membebaskan semua pandangan samar yang selama ini bersembunyi dibalik khayal, seperti mata yang kini menatap dalam sudut yang gelap ketika serat-serat kain yang membalut kulit mulai melepaskan diri, helai demi helainya mulai ditanggalkan, jatuh gemulai menyentuh lantai. Diundangnya semua gejolak tuk berkerumun di satu puncak saat tubuh yang jelita memamerkan keindahannya di bawah temaram cahaya, halus dan mulusnya kulit melahirkan jiwa yang haus akan sebuah sentuhan. Bening kesadaran telah hilang oleh kelam, ditumpahkannya semua gejolak jiwa lewat sentuhan lembut jari-jari yang kini mulai menyusuri lekuk-lekuk tubuh yang selama ini tak pernah terjamah. Belaian yang hangat merubah riak jiwa yang tadinya tenang menjadi gemuruh suara kemenangan dari nafsu yang sepertinya mulai kesetanan. Asmara telah menantang dan iman tak mampu lagi melawan.
Hati yang suci mulai memaki pada satu hasrat yang menginginkan kenikmatan kilat, yang telah mengizinkan tubuh tuk bisa dikuasai dan dinikmati oleh satu kesadaran yang terus menjilat. Satu kecupan pertama mulai menapak di antara bibir, lalu menyebar luas ke seluruh tubuh tuk menikmati halusnya kulit dan indahnya sebuah tabir. Cahaya ilahi menjadi buram, sama seperti bunga kapuk yang hanya bisa terdiam saat tubuhnya menopang jiwa-jiwa yang bercumbu dan bergerumul dibawah hembusan nafas nafsu yang di Tuhankan. Mata pun terpejam ketika kenikmatan mulai memanjakan rasa yang tengah melanda jiwa. Nafas yang terasa berat, desahan yang terdengar indah telah melahirkan berjuta rasa baru dari sebuah nafsu, namun membenamkan arti suci dari ikatan hati.
Tangis kesucian pun pecah di ujung desahan, membangunkan sunyi yang terlelap dalam sepi, mengundang awan-awan hitam dan menciptakan hujan kegelapan, butir airnya yang turun mengikis perlahan semua benih penyesalan dan mengubur semua celah kebaikan. Semua telah hilang bersama kenikmatan yang kini kita rasakan.
Akhirnya langkah cinta yang kita taburi dengan beningnya hati telah terhenti tanpa sebuah arti, makna cinta yang coba kita arungi tak mampu untuk kita pelajari. Kesucian hati yang selalu menghias hari kita biarkan mati, menyerah pada mimpi dan ambisi tuk mereguk sebuah kenikmatan yang seharusnya masih menjadi misteri. Masihkah dapat kita sesali, ketika beningnya telaga hati telah tertutup oleh buramnya sebuah kenikmatan mimpi ?, ataukah kita kan terus mengulangi meski akhirnya harus terbenam dalam keruhnya sebuah dosa ? Ah entahlah…, saat ini hanya hasrat penuh debu yang mampu membunuh nafsu yang terus berderu, dan jernihnya pikiran hanya membisu dalam ketidakberdayaan kita menghadapinya.


Tindakan

Information

2 tanggapan

13 08 2008
elora23

Aku seneng kata-kata nie…”mengapa hanya hasrat yang menggebu yang kita percayai ?.”

PengLman Pribadi OR…?

11 09 2008
fitri

…jika segala sesuatu hanyalah tentang pilihan…

Tinggalkan komentar