Dari bangku ini ku tatap dirimu dengan tanya. Bukan…bukan tatapan penuh tanya tentang angan yang kurasa atau asa yang kudamba, bukan juga tanya tentang rasa yang harus kutebar atau kukejar, karena rasa ini tak pernah berubah melingkari hati dan masih terus berjalan dalam sunyi. Kau memiliki keindahan dan ku kagumi itu, namun bukan berarti itu menjadikan satu alasan yang cukup untuk ku memiliki mu dalam nyata atau maya. Bukan kau tempat yang akan kutanami dengan benih hati, bukan kau tempat yang akan kujadikan taman hati. Aku telah memiliki bunga tersendiri yang akan selalu menyebarkan wanginya padaku, dan disitulah tempat aku tersungkur menikmati harumnya, bukan kau yang berdiri jauh disana, dalam potongan–potongan pandang yang tertangkap dalam samar dan sama sekali tak pernah tersentuh oleh jiwaku.
Sesaat kita bertemu membawa urutan bahasa yang akan menjadi rangkaian cerita. Senja telah membawa kita pada sepotong perjumpaan, menerobos masuk lewat celah hasrat yang entah dimunculkan siapa…, tidak milikmu, tidak milikku. Hitamnya pula yang telah meleburkan semua batas-batas penghalang pandangan ini, mengaburkan semua ketidakmungkinan dengan merapatkan jiwa yang kau dan aku miliki dan mulai menyatukan denyut-denyut keindahan yang masih terpisah. Aku dipaksa merasakan rasa dan terpaksa untuk larut dalam cerita
Waktu beranjak bersama hitam yang kembali datang, hitam yang sama saat misteri mengiringi kisah ini dan membawa kita pada sebuah pertemuan. Rasa itu telah datang malam ini, menyajikan sebongkah kemesraan yang di usung bersama cinta. Lewat tangan-tangan tak kentara dia sebar lembutnya untuk menutupi rasa sebelumnya, menyusupkan harumnya ke tepian-tepian hati kita dan memaksanya masuk lebih dalam tuk menyapu keraguan yang masih menghiasnya. Kini kau ada disampingku, menemukan hatiku dan memiliki sepenuhnya. Kita telah menyatu dalam cinta yang tak terpisahkan, disatukan sebuah ketidaksengajaan yang telah menghajar jiwa kita dengan rasa yang bertaburkan keindahan.
Dari bangku ini kembali kutatap dirimu, bukan lagi dengan sebuah tanya melainkan dengan cinta yang akan selalu menghadirkan dirimu selalu disini…disampingku. Kisah itu ada disana, berbaur bersama gulungan ombak dan menghilang saat menepi, namun cinta mu tetap disini, tertanam kokoh terlindung rongga tubuh dan utuh dalam kesucian hati.

Membaca tulisan ini, mengandung unsur filosofi yang tinggi dan melebihi mantra, menjembatani setiap jengkal dalam hati
Iyaa.., cita emang kadang bikin bingung…
Tulisannya bagus..