Mohonkan aku dengan kata-kata hatimu yang suci, bukan dengan kata-kata dari bibir yang terus mencibir yang terlahir dari hati yang sebenarnya telah mati. Mohonkan aku dalam kesederhanaan waktumu, dalam pejaman mata dalam genggaman jari-jarimu, dengan sedikit tertunduk dan berada dalam kesadaran, bukan dengan mencuatkan dagu yang menyanjung keangkuhan dan berada dalam ketidakwarasan. Mohonkan aku dengan keheningan dirimu, bukan dengan hiruk pikuk dunia yang selalu membelah pikiranmu. Mohonkan aku dengan jiwamu yang tulus, setulus jantungmu yang berdetak tak terbebani. Mohonkan aku pada apa yang kau yakini, serulah dengan cinta dan arti, bukan dengan keputus-asaan yang hanya akan membuat jiwamu dirudung selalu oleh sunyi. Mohonkan aku saat kau tersenyum, meski hatimu sedang menangis dan mohonkan aku saat air mata itu menetes dan hatimu tersenyum dalam permohonan itu
MOHONKAN SAJA AKU…
31 07 2008Komentar : 2 Komentar »
Tag: Cinta, Poet, Prosa, Prosa Lirik
Kategori : Prosa Lirik
SESAAT AKU TELAH TERHENTI
31 07 2008Lampu jalan bersinar redup, seredup cahaya dalam hatinya. Dibunuhnya kesadaran bersama reaksi-reaksi yang semakin menderu dalam nadi. Asap putih mulai dihisap, jarum mulai terbenam menembus dinding kulit, menyuntikan kenikmatan mengundang kematian yang telah mengintip di balik celah tindakan, jiwa pun melayang tenang bersama ketidakwarasan, bersembunyi dibalik kegelisahan…dibalik keputus-asaan tentang apa yang akan dihadapinya esok dalam setumpuk harapan yang belum terlahir menjadi kenyataan.
Komentar : 2 Komentar »
Tag: Cinta, Poet, Prosa, Prosa Lirik
Kategori : Prosa Lirik
AKU AKAN PERGI…TANPA PERAYAAN PERPISAHAN
31 07 2008AKU AKAN PERGI…TANPA PERAYAAN PERPISAHAN
Semua berawal saat kegelapan mulai menutupi terang, ketika alam dan isinya mulai menguap dan kehidupan telah bersiap-siap untuk memasuki keheningan. Cawan-cawan yang berisi air mata pun mulai mengeringkan diri, menumpahkan keluar semua kesedihan yang selama ini menggenangi rekung-relungnya. Jerat tali yang mengikat mulai dilepaskan, membebaskannya dari ketakutan akan kenyataan. Serpihan hati yang berserakan mulai menyatukan diri dan cerita-cerita yang terpencar mulai berkumpul tuk membentuk keyakinan akan sebuah keputusan, membangunkan jiwa yang selama ini tertidur dan mensucikan diri dari kegelisahan hidup.
Komentar : 2 Komentar »
Tag: Cinta, Poet, Prosa, Prosa Lirik
Kategori : Prosa Lirik

Komentar Terakhir